IBU HEBAT!!!

bunda

Imam Ahmad menceritakan bagaimana cara ibunya mendidik dan mengajarinya. Beliau berkata “Ibuku selalu membangunkanku sebelum subuh dan jarak waktu ke Subuh itu tidak lah terlalu dekat, lalu dia menghantarkan air untukku di musim dingin, memakaikanku pakaian, dan kami shalat sesuka kami, shalat tahajjud.

Setelah itu kami berangkat ke masjid dan ibuku mengenakan khimar untuk menutupi wajahnya”. Karena jalan yang ditempuh waktu itu cukup jauh dan juga gelap, maka ibunya melakukan ini agar dapat mengajak putranya shalat subuh di mesjid.

Umur Imam Ahmad pada saat itu masih sekitar sepuluh tahun. Lalu ibunya tetap menungguinya sampai pertengahan siang, yakni menunggu sampai putranya selesai belajar dan menghapal AlQur’an di masjid.

Imam Ahmad berkata, “Ketika usiaku telah mencapai lima belas tahun, ibuku berkata, “Pergilah melakukan perjalanan untuk menuntut hadits, karena sesungguhnya perjalanan menuntut hadits itu adalah hijrah di jalan Allah”.

Lalu sang ibu menyiapkan perbekalan untuk perjalanan putranya berupa beberapa potong roti dan beberapa kebutuhan lainnya dalam perjalanan. Kemudian dia berkata “Sesungguhnya jika Allah dititipi dengan sesuatu dan Dia menjaganya. Maka aku menitipkanmu kepada Allah yang tidak akan pernah menyia-nyiakan titipanNya.” Lalu aku pergi meninggalkannya menuju Madinah, Makah, dan Shan’a.

*dari sebuah sumber

Iklan