Bijaklah Bunda…

Bunda yang bijak…

Ada saatnya Nanda melakukan protes atas pilihan yang telah ayah-bunda tetapkan bagi dirinya. Bijaklah dalam menanggapi protesnya itu. Jangan bersikap reaktif berlebihan, yang akan berakibat fatal bagi kehidupannya kelak.

Bunda, belum tentu Nanda protes atas pilihan ayah-bunda. Bisa jadi, Nanda protes karena tidak diajak bicara mengenai pilihan tersebut, sehingga ia merasa terpaksa menerimanya. Bisa jadi juga, Nanda protes karena kurang berkenan dengan  cara ayah-bunda menyampaikan menyampaikan pilihan tersebut. Bisa jadi juga, saat itu perasaan Nanda sedang tidak bagus (bad mood).  Ternyata banyak faktor penyebabnya ya Bunda…

Bagaimanapun, anak mempunyai pemikiran sendiri dan ayah-bunda harus ingat hal itu. Anak hanya ingin diajak bicara dan dijelaskan alasan atas pemilihan tersebut, disamping tentunya mereka tetap mempunyai hak untuk menyampaikan pendapatnya.

Jika Nanda telah memasuki usia baligh (dapat menentukan baik dan buruknya sebuah pilihan), maka bebaskanlah dia  untuk mengambil keputusan serta bertanggungjawab atas pilihannya tersebut.

Tugas ayah-bunda, hanyalah memberikan sebanyak mungkin informasi & konsekwensi dari setiap pilihan yang akan diambil oleh Nanda. Selanjutnya, serahkan pada mereka untuk menentukan pilihannya dan tugas kita hanya sebagai fasilitator & pemantau jika ternyata Nanda mengalami kesulitan yang akhirnya tak mampu diatasinya…

=========

*sekedar inspirasi tuk para bunda

Iklan

3 pemikiran pada “Bijaklah Bunda…

  1. iya, anak punya cara untuk protes…kita yang hrs bijak menanggapinya 🙂 makasih udah share…
    btw, blog emak udah ku follow ya, mampir mak ke rumah mayaku 🙂

  2. tidak mudah ya maaak untuk menjadi orang tua yang bijak dan menjadi panutan…tapi saya selalu mencoba, walaupun tidak selalu berhasil..yang penting semangat dan niat baik agar anak tumbuh sesuai ajaran-Nya :D…cheers…

  3. Betul banget… Oleh sebab ortu wajib memberikan ketrampilan memilih saat anak belum baligh, shg nanti dia mampu memutuskan yg benar. Mmmmh ternyata ortu sangat berkewajiban mendidik dan menuntun anak saat blm baligh sehingga dia siap menjadi mukallap saat baligh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s